Prodi Pendidikan Teknologi Informasi Sukses Mengadakan Seminar Nasional

Prodi Pendidikan Teknologi Informasi Sukses Mengadakan Seminar Nasional

Tulisan Oleh : Ilam Maolani

Prodi Pendidikan Teknologi Informasi FKIP Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (UMTAS) telah sukses mengadakan Seminar Nasional IT dengan téma: Technology fór education advancement, Sabtu 4 Maret 2017 di Ballroom Hotel City Tasikmalaya. Pada acara tersebut diluncurkan juga Jurnal IT ‘Produktif’. Seminar dihadiri oleh 200 guru dan calon guru.

Dengan moderator Kang Duddy RS (Pimpred Kabar Priangan) menghadirkan dua pakar IT: dari ITS Surabaya (Prof.Eko Indrajit) dan Bandung Smart City (Kang Juanda). Narasumber pertama Kang Juanda mengupas tentang kesuksesan Kota Bandung dalam program BSC (Bandung Smart City), dengan adanya pengintegrasian teknik informasi dari semua lini. Di bidang pendidikan, kota Bandung juga telah meluncurkan produk IT EDUBOX, satu aplikasi yang dapat memudahkan sekolah dan guru dalam memproses kegiatan dan hasil pembelajaran.

Narasumber kedua Prof.Eko Indrajit, beliau kelihatan atraktif, berpengalaman dan tidak membuat peserta Boring. Pengalamannya sebagai guru dan dosen dikupas tuntas di acara itu. Bahkan sering dibumbui oleh pengalaman joke joke segar. Menurut Eko, Teknologi itu netral tapi tidak bebas nilai. Artinya,hakikatnya ketika diciptakan, teknologi itu tidak diarahkan untuk menghancurkan atau mendukung aktivitas manusia. Penggunaan teknologi pada akhirnya tergantung pada penggunanya. Bisa menyelamatkan dan dapat menghancurkan. The Man behind The Gun (manusia di belakang senjata). Baik buruknya pemanfaatan ‘senjata’ teknologi tergantung pada manusianya. Akan tetapi perlu diingat, ketika teknologi itu dimanfaatkan, maka pamanfaatannya harus benar benar demi kemaslahatan manusia, bukan membuat manusia punah. Disinilah letak teknologi tidak bebas nilai. Ia harus punya makna dan dampak positif bagi kehidupan manusia.

Catatan penting bagi guru, pergunakan teknologi YANG ADA. Jangan memaksakan yang tidak ada, yg justru berdampak pada beban guru semakin berat. Guru hrs melek IT. Manfaatkan IT demi peningkatan kualitas diri dan mutu peserta didik. Guru harus terus menggelorakan semangat LEARN HOW TO LEARN (belajar bagaimana ia belajar). Belajar sepanjang hayat dikandung badan (Long life learning).

Acara diakhiri dengan penyerahan cendera mata kepada kedua narasumber serta foto bersama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *